Budidaya Ikan Ku...

Kamis, 11 Maret 2010

TEKNIK PRAKTIS PENDEDERAN 1 IKAN MAS STRAIN WILDAN SEMI INTENSIF HASIL PERCOBAAN DI DESA TALAGASARI KECAMATAN KADUPANDAK KABUPATEN CIANJUR



1.       TAHAP PERSIAPAN KOLAM DAN PENEBARAN BENIH IKAN

KEGIATAN
KET
1.       Perbaikan Kolam

2.       Pengapuran dan pemupukan kolam secara merata pada seluruh bagian dasar kolam
3.       Pengisian air dan perendaman pada kolam 5-7 hari
4.       Penebaran benih ikan
Dasar, pematang, kamalir.

Kapur = 50-100 gr/m2
Pupuk = 50 gr/m2
Tinggi air 10-15 cm
Padat Tebar 20-30 ekor/m2


Dalam kegiatan budidaya, tahap persiapan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan kegiatan budidaya. Mempersiapkan kolam agar memberikan lingkungan yang sesuai, mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan.
         
Perbaikan kolam meliputi perbaikan dasar kolam pematang dan kamalir. Terutama apabila terlihat ada kebocoran kolam. Untuk tahap persiapan pengapuran dan pemupukan bertujuan untuk peremajaan kolam dan menyediakan pakan alami sebagai makanan ikan yang kaya akan protein dan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ikan. Contoh penggunaan kapur dan pupuk antara lain :
bila ukuran kolam 1000 m2 maka ; jumlah kapur yang digunakan yaitu 50 gr x 1000 m2 = 50.000 gr=50 kg.  Dan pupuk 50 gr x 1000 m2 =50.000 gr=50 kg
                Pada tahap perendaman setelah pengapuran dan pemupukan berfungi proses penyuburan air sehingga setelah 5-7 hari pakan alami yang tesedia di air sudah siap dimakan oleh ikan.
Penebaran benih ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari dimana suhu air tidak terlalu tinggi sehingga dapat mengurangi tingkat stress pada ikan yang sedang beradaptasi pada lingkungan baru. Contoh Jumlah penebaran ikan antara lain :
Ukuran kolam 1000 m2 dan padat tebar 30 ekor/m2, maka jumah ikan yang ditebar yaitu 30 x 1000 = 30.000 ekor atau sama dengan 15 citak (1 citak = 2000 ekor).

2.       TAHAP PEMELIHARAAN IKAN DAN PANEN
KEGIATAN
KET
1.       Pemberian pakan tambahan pellet



2.       Jumlah Pemberian pakan sebanyak 5-10 % / total bobot ikan yang ada di kolam

3.       Pemberian multivitamin dan obat yaitu Fish Cyproxs dan Stress Off pada awal pemberian pakan tambahan pertama kali nya hingga 3 hari berturut-turut

4.       Sampling bobot ikan


5.       Pemberian multivitamin dan obat sesuai kondisi



6.       Kontrol


7.       Panen


Komposisi pakan tambahan : Hi Provit+Pellet+Dedak = 1 kg+ 10 kg+50kg

Lihat tabel Program pakan Ikan Mas

Dosis Pemberian :
Fish Cyproxs=2 gr / kg Pakan
Stress Off =2 gr / kg pakan

15 hari pertama dan berikutnya 1 minggu sekali

Pada saat ikan terlihat stress, rutin 1 minggu sekali dan saat cuaca berubah

Kontrol pakan  dan kontrol Kondisi ikan

Dilakukan pagi hari
Ukuran ikan ± 5 cm

Pakan, Multivitamin dan Obat
Pada tahap pemeliharaan, salah satu penentu keberhasilan budidaya yaitu pakan tambahan. Pakan tambahan dimaksudkan untuk mensuplai kebutuhan makanan yang dibutuhkan ikan dimana sumber makanan alami yang terdapat di kolam sangat terbatas terutama dalam jumlah penebaran yang lebih besar untuk mendapatan hasil produksi yang lebih besar pula. Pakan tambahan yang dimaksud yaitu kombinasi pencampuran antara dedak, pellet, hi provit. Kombinasi pencampuran ini dimaksudkan untuk menekan biaya lebih rendah tetapi didapatkan kualitas pakan dengan komposisi protein dan vitamin yang sesuai bagi ikan.
Pakan diberikan 2 x sehari yaitu pagi hari dan sore hari. Adapun jumlah yang diberikan setiap waktunya disesuaikan dengan ukuran rata-rata ikan dan total berat ikan seluruhnya. Jumlah pemberian pakan dapat dilihat pada lampiran tabel program pakan ikan mas. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan perkembangan pertumbuhan ikan setiap minggunya berdasarkan hasil sampling bobot ikan dan program pakan tersebut hanya sebagai bahan pertimbangan bagi pembudidaya.
Pemberian multivitamin dan obat merupakan perlakuan berupa tindakan pencegahan yang dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan tubuh ikan terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat lebih tahan terhadap stress dan serangan penyakit.
Adapun multivitamin dan obat yang digunakan yaitu Fish cyproxs dan Stress off. Adapun pemberiannya ada 2 cara yaitu awal penebaran dan pemberian rutin. Pemberian pada awal penebaran diberikan dosis 2 gr/kg pakan selama 3 hari berturut-turut. Sedangkan untuk pemberian rutin dilakukan 1 minggu sekali 1 hari pemberian pakan dan pada saat kondisi cuaca berubah dengan dosis 1 gr/kg pakan.

Sampling Bobot Ikan dan Kontrol
                Sampling bobot ikan dan kontrol merupakan 2 bagian yang saling berkaitan. Sampling bobot ikan dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan bobot ikan setiap waktunya. Sedangkan kontrol dapat dibagi 2 yaitu kontrol pakan yang dimaksudkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pakan yang diberikan sehingga memperkecil biaya yang digunakan dan kontrol kondisi ikan yang dimaksudkan untuk mengetahui kondisi perkembangan, pertumbuhan dan kesehatan ikan.
Dengan adanya sampling bobot ikan maka dapat lebih memaksimalkan kontrol pakan yang diterapkan sehingga dapat membantu dalam penentuan jumlah pakan yang yang harus diberikan tiap harinya sehingga penggunaan pakan dapat lebih efektif dan efisien. Maka dengan adanya kegiatan sampling bobot ikan dan kontrol maka dapat lebih membantu kegiatan budidaya yang lebih menguntungkan.

Panen
                Setelah berumur 30 hari, ukuran ikan dapat mencapai ukuran 100-150ekor/citak. Kegiatan panen dilakukan pada pagi hari dimana suhu masih rendah dan perbedaan suhu air dan suhu udara belum tinggi. Hal ini berpengaruh pada ketahanan ikan terhadap perubahan lingkungan. Bila ikan tidak tahan terhadap perubahan lingkungan dapat menyebabkan stress dan berakibat kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar