Rabu, 03 November 2010

PEMBUATAN PELLET DI DESA PANICAN KECAMATAN KEMANGKON


Oleh : Ainun Mardiyah, S.St.Pi*

Salah satu kegiatan di Desa Panican Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga adalah pengembangan usaha pembudi daya ikan khususnya pembudi daya ikan gurame. Kegiatan budi daya dilaksanakan secara padu padan dan sinergis dengan semua elemen terkait dalam suatu sistem usaha budi daya perikanan yang mengarah kepada usaha bisnis perikanan. Kegiatan pengembangan usaha ini dilaksanakan sebagai usaha komersial yang otonom, berorientasi pasar dan bertujuan meraih laba yang maksimal.
Kinerja usaha perikanan ini ditentukan oleh kinerja usaha yang terkait baik dari segmen rantai hulu (penyediaan dan distribusi sarana prasarana), segmen rantai hilir (pengolahan dan pemasaran hasil), maupun rantai sisi (jasa fasilitator) dan infrastruktur penunjang (irigasi dan pasar). Pengembangan usaha ini dilakukan untuk suatu proses transformasi struktur bisnis dari pola dispersal ke pola industrial.


Penyediaan sarana prasarana dari segmen rantai hulu ini merupakan modal awal untuk memulai suatu kegiatan budi daya yang berorientasi usaha bisnis perikanan. Karena suatu kegiatan yang ditunjang dengan adanya sarana prasarana yang memadai akan memberikan output/hasil yang memuaskan. Salah satu sarana yang sangat penting untuk menunjang kegiatan budi daya dan dapat meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan kegiatan budi daya yang berorientasi meraih laba yang maksimal adalah tersedianya mesin pembuat pellet. Mengingat pellet merupakan input dalam kegiatan budi daya yang biayanya paling besar. Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan mesin pencetak pellet untuk menunjang kegiatan dari segmen rantai hulu.


Pellet yang dibuat oleh kelompok ini menggunakan bahan baku pellet yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme ikan sebagai sumber protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Alat dan bahan baku pellet yang diaplikasikan di Desa Panican adalah sebagai berikut :
v  Alat :
a.       Mesin pembuat pellet
b.      Terpal
c.       Sekop
d.      Drum plastik
e.       Ember
f.       Timbangan

v  Bahan baku (total berat 300 Kg):
  1. Ikan asin BS                :   150 Kg
  2. Bekatul                        :   110 Kg
  3. Jagung                         :   20 Kg
  4. Bungkil kelapa            :   20 Kg
v  Cara pembuatan :
  1. Bahan I (bekatul, jagung dan bungkil kelapa) dicampur lalu digiling. Setelah itu didiamkan selama 4-6 jam. Pada tahap ini terjadi proses fermentasi.
  2. Setelah 4-6 jam, bahan I ditutupi dengan ikan asin BS dan didiamkan selama 11-12 jam. Pada tahap ini proses fermentasi masih berlangsung.
  3. Setelah 11-12 jam, bahan I yang ditutupi ikan asin BS kemudian dicampur dengan ikan asin BS tersebut.
  4. Setelah semua bahan tercampur, maka proses selanjutnya yaitu proses penggilingan. Proses penggilingan dilakukan sebanyak dua kali agar semua bahan dapat tercampur rata dan hasilnya menjadi halus. Hasilnya adalah pellet basah.
  5. Jemur pellet basah tersebut di atas terpal di bawah terik sinar matahari. Penjemuran dilakukan minimal selama 2 hari, bila matahari terik. Penjemuran dilakukan minimal selama 4 hari, bila matahari tidak terlalu terik.
Dengan formulasi pakan sejumlah 300 Kg tersebut, dapat dihasilkan pellet dengan hasil sebagai berikut :
 
  1. Total berat pellet kering yang dihasilkan sekitar 240 Kg.
  2. Persentase protein yang dihasilkan adalah 30,22 %.
Hasil total berat pellet kering tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
No.
Bahan baku

Berat (Kg)

Bahan terpakai

Hasil (Kg)
1.
Ikan asin BS
:
150
x
75 %
=
112
2.
Bekatul
:
110
x
85 %
=
94
3.
Jagung
:
20
x
85 %
=
17
4.
Bungkil Kelapa
:
20
x
85 %
=
17
Jumlah
300



240

Persentase protein tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
No.
Bahan baku

Pellet kering (Kg)

Protein dlm bahan

Protein hasil
1.
Ikan asin BS
:
112
x
34 %
=
15,87 %
2.
Bekatul
:
94
x
27,6 %
=
10,81 %
3.
Jagung
:
17
x
25 %
=
1,77 %
4.
Bungkil Kelapa
:
17
x
25 %
=
1,77 %
Jumlah
240



30,22 %

Pellet produksi Kelompok Karya Maju Desa Panican ini dijual dengan harga Rp. 3.700,- per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga pellet buatan pabrik yang persentase proteinnya sama. Pellet produksi kelompok ini masih dipasarkan di sekitar Desa Panican dan akan terus mengembangkan pasarnya ke daerah-daerah lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar